Rabu, 09 Juni 2010

DASAR-DASAR JARINGAN

I. DASAR-DASAR PERANGKAT KERAS JARINGAN KOMPUTER
Di dalam membentuk suatu jaringan baik itu bersifat LAN (Local Area Network) maupun WAN (Wide Area Network) membutuhkan media baik secara hardware maupun software.Beberapa media hardware yang penting didalam membangun suatu jaringan antara lain : kabel , ethernet card , repeater , hub ,bridge , dan router.

1.1 Kabel
A. Twisted Pair
Kabel merupakan media yang paling sering dan paling biasa digunakan untuk membuat jaringan contoh : UTP (Unshielded Twisted Pair) dan STP (Shielded Twist Pair) , Thick Ethernet ,Fiber Optik dll.Kabel yang sering digunakan didalam media jaringan yaitu kabel UTP.
Karakteristik kabel UTP :
1. Kabel yang merupakan kebel-kabel yang disusun berpasangan dan di twist satu sama lain.
2. Untuk kabel jenis UTP,terdiri atas empat pasang.
3. Kabel UTP biasa dapat melewatkan data dengan bandwidth sampai 10 Mbps sedangkan UTP kategori 5 dapat melewatkan data dengan bandwidth 100 Mbps.
4. STP lebih tahan interferensi daripada UTP dan dapat beroperasi pada kecepatan yang bisa lebih dari 100 Mbps.



B. Kabel Koaksial
Kabel ini mempunyai bandwidth yang lebih lebar sehingga dapat digunakan komunikasi broadband (Multiple Channel).Kabel koaksial banyak jenisnya antara lain Thick Koaksial yang banyak digunakan untuk kabel Backbone pada instalasi jaringan Ethernet suatu jaringan.



C. Fiber Optik
Kabel mempunyai bandwidth yang lebih besar dari pada kabel yang lain.Karakteristik dari kabel ini tidak terpengaruh oleh adanya cuaca dan panas.

1.2 Ethenet Card
Dikembangkan oleh Xerox Corp dan sekarang sudah diterima sebagai standart IEEE 802.3.Cara kerja Ethernet Card berdasarkan broadcast network yaitu setiap node dalam suatu jaringan menerima setiap transmisi data yang dikirim oleh suatu node yang lain.Ethernet menggunakan metode CSMA/CD (Carrier Sense Multiple Acces / Collision Detection) baseband.Metode CSMA/CD merupakan suatu metode pengiriman yaitu sebelum paket data dikirimkan, setiap node melihat apakah network sedang mengirimkan paket data yang lain.Jika network sedang terjadi pengiriman paket data, maka node tersebuit menunggu sampai tidak ada lagi pengiriman paket data oleh node yang lain.Jika tidak ada pengiriman paket data yang lain maka node tersebut akan mengirimkan paket data.Jika pada saat bersamaan dua node mengirimkan paket data,maka terjadi collision/tabrakan.Hal ini diketahui dengan cara mengukur tegangan kabel, jika tegangannya melebihi tegangan tertentu maka terjadi collision.Jika terjadi collision, maka masing –masing ethernet card berhenti mengirimkan data kembali dengan selang waktu yang acak.Karena waktu tersebut secara acak, maka kemungkinan collision telah lanjut semakin kecil.
Setiap Ethernet card mempunyai alamat sepanjang 48 bit yang dikenal sebagai Ethernet address.

1.3 Repeater.
Fungsi utama repeater yaitu untuk memperkuat sinyal dengan cara menerima sinyal dari suatu segmen kabel LAN lalu memancarkan kembali dengan kekuatan yang sama dengan sinyal asli pada segmen kabel yang lain.Dengan cara ini jarak antara kabel dapat diperjauh.
Penggunaan repeater antara dua segmen atau lebih segmen kabel LAN mengharuskan penggunaan protocol Physical layer yang sama antara segmen-segmen kebel tersebut misalnya repeater dapat menghubungkan dua buah segmen kabel Ethernet 10BASE2.

1.4 Bridge.
Fungsi dari bridge itu sama dengan fungsi repeater tapi bridge lebih fleksibel dan lebih cerdas daripada repeater Bridge dapat menghubungkan jaringan yang menggunakan metode transmisi yang berbeda.Misalnya bridge dapat menghubungkan Ethernaet baseband dengan Ethernet broadband.
Bridge mampu memisahkan sebagian dari trafik karena mengimplementasikan mekanisme pemfilteran frame (frame filtering).Mekanisme yang digunakan di bridge ini umum disebut sebagai store and forward. Walaupun demikian broadcast traffic yang dibangkitkan dalam LAN tidak dapat difilter oleh bridge.


1.5 Switch.
Tujuan dalam menghubungkan LAN menggunakan repeater dan bridge adalah meningkatkan keleluasaan atas beberapa keterbatasan media komunikasi LAN. Alat penghubung ini mampu menambah jumlah perangkat jaringan yang terhubung dalam LAN.

1.6 Converter.
Converter dapat dianggap sebagai tipe divais yang berbeda daripada repeater, bridge, router dan dapat digunakan secara bersama-sama.Converter memungkinkan sebuah aplikasi yang berjalan dalam suatu system berkomunikasi dengan aplikasi yang berjalan dalam system yang lain yang berjalan di atas arsitektur network yang berbeda dengan system tersebut.








II. TOPOLOGI JARINGAN

2.1 Topologi Bus
Topologi ini merupakan satu kabel yang kedua ujungnya ditutup , dimana sepanjang kabel terdapat node-node. Signal dalam topologi ini melewati dalam dua arah dalam sebuah kabel sehingga memungkinkan sebuah collision terjadi. Topologi ini memiliki kekurangan yaitu apabila ada segmen kabel yang putus maka seluruh jaringan akan terhenti.




2.2 Topologi Ring
Topologi jaringan yang berupa lingkaran tertutup yang berisi node-node,Signal mengalir dalam satu arah sehingga dapat menghindarkan terjadinya collision ,sehingga memungkinkan terjadinya pergerakan data yang sangat cepat.Problem dari tipe topologi jaringan ini yaitu apabila segmen kabel putus maka seluruh jaringan akan putus.



2.3 Topologi Star
Karakteristik dari topologi jaringan ini bahwa setiap node berkomunikasi langsung dengan central node , traffic data mengalir dari node ke central node dan kembali lagi.Jika salah satu segmen kabel putus , jaringan ini tidak terputus.



topologi star



III. ARSITEKTUR JARINGAN

3.1 Ethernet
Ethernet bekerja berdasarkan broadcast network , dimana setiap node meneriman setiap transmisi data yang dikrimkan dari suatu node yang lain.Cara kerja Ethernet sebagai berikut : sebelum mengirimkan paket data , setipa node memeriksa apakah network dalam keadaan sibuk atau tidak.Jika network busy , node itu menunggu sampai tidak ada sinyal di dalam network.Jika pada saat bersamaan ada dua node yang mengirimkan data , maka terjadi collision.Jika terjadi collision , kedua node
Menunggu dengan waktu yang acak.Implementasi Ethernet dapat dilakukan dengan berbgai media antara lain :
1. 10baseT : menggunakan kabel UTP , 10 Mbps , baseband.
2. 10base2 : menggunakan kabel thin coax , 10 Mbps ,baseband.
3. 10base5 : menggunakan kabel thick coax , 10 Mbps , baseband.

3.2 Token Ring
Untuk menghindari collision tidak menggunakan collision detect melainkan token passing scheme. Token passing scheme dapat dijelaskan secara sederhana sebagai berikut: Sebuah token yang bebas mengalir pada setiap node melalui network.Saat sebuah node ingin mengirimkan paket , node itu meraih dan melekatkan frame atau paketnya ke token.Sekarang token tidak dapat lagi oleh node yang lain sampai data itu sampai tujuannya.Jika telah sampai token dilepaskan lagi oleh originating station.Token mengalir di network dalam satu arah dan setiap station di poll satu-persatu.

3.3 ARCnet
Arsitektur ini menggunakan prinsip token passing scheme dan broadcast.Kecepatannya 2.5 Mbps dan 20 Mbps. Arsitektur ini menggunakan topologi fisik star.Tidak dapat bekerja dalam satu bus sehingga jarang digunakan pada internetworking UNIX-DOS.

3.4 FDDI
FDDI (Fiber Distributed Data Intrface) digunakan dengan kabel fiber optic.Arsitektur ini bekerja berdasarkan dua ring konsentrik , masing-masing berkecepatan 100 Mbps , dengan menggunakan token passing scheme.
Salah satu dapat berfungsi sebagai back-up atau dibuat sebagai pengirim saja (mengirim dan meneriman dalam arah yang berbeda).Tidak compatible dengan ethenet , namun dapat dienkapsulasi dalam paket FDDI.



FDDI RING


3.5 CDDI
CDDI (Copper Distributed Data Interface) merupakan standart dari FDDI yang diimplementasikan pada kabel.Arsitektur ini mencapai kecepatan 100 Mbps.Panjang segmen kabel lebih kecil 100 m (untuk jenis kabel STP) dan 50 m (untuk jenis kabel UTP).

IV. POLA OPERASI LAN

4.1 Peer to peer
Peer to peer adalah suatu pola operasi LAN dimana tiap PC memakai resource pada PC lain maupun memberikan resourcenya untuk dipakau PC lain atau dengan kata lain dapat berfungsi sebagai client maupun server pada periode yang sama.Misalnya :windows for Workgroups , Windows NT ,Microsoft LAN Manager.
4.2 Client-Server
Model operasi LAN dimana suatu stasiun berfungsi sebaai server yang memberikan pola pelayanan ke stasiun lain (client) , dimana akses delakukan secara transparan dari stasiun client pada jaringan tersebut.
Jenis Pelayanan Client-Server antara lain :

1. File Server : memberikan layanan fungsi pengelolaan file.
2. Print Server : memberikan layanan fungsi pencetakan.
3. Database Server : proses-proses fungsional mengenai database dijalankan pada mesin ini dan stasiun lain dapat minta pelayanan.
4. DIP (Document Information Processing) : memberikan pelayanan fungsi penympanan , manajemen dan pengambilan citra.
Misalnya : Linux , Novell.


























V. IP ADDRESS

5.1 Pendahuluan
IP Address merupakan pengenal yang digunakan umtuk memberi alamat host internet. Format IP address adalah bilangan 32 bit yang tiap 8 bitnya dipisahkan oleh tanda titik. Adapun format IP Address dapat berupa bentuk ‘biner’ (xxxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx dengan x merupakan bilangan biner). Atau dengan bentuk empat bilangan desimal yang masing-masing dipisahkan oleh titik bentuk ini dikenal dengan ‘dotted decimal’ (xxx.xxx.xxx.xxx adapun xxx merupakan nilai dari satu oktet/delapan bit).

IP address (yang berjumlah sekitar 4 milyar) dibagi kedalam lima kelas yakni:
Kelas A
Format : 0nnnnnnn.hhhhhhhh.hhhhhhhh.hhhhhhhh
Bit pertama : 0
Panjang NetID : 8 bit
Panjang HostID : 24 bit
Byte pertama : 0-127
Jumlah : 126 Kelas A (0 dan 127 dicadangkan)
Range IP : 1.xxx.xxx.xxx sampai 126.xxx.xxx.xxx
Jumlah IP : 16.777.214 IP Address pada setiap Kelas A
Dekripsi : Diberikan untuk jaringan dengan jumlah host yang besar

Kelas B
Format : 10nnnnnn.nnnnnnnn.hhhhhhhh.hhhhhhhh
Bit pertama : 10
Panjang NetID : 16 bit
Panjang HostID : 16 bit
Byte pertama : 128-191
Jumlah : 16.384 Kelas B
Range IP : 128.0.xxx.xxx sampai 191.155.xxx.xxx
Jumlah IP : 65.532 IP Address pada setiap Kelas B
Deskripsi : Dialokasikan untuk jaringan besar dan sedang

Kelas C
Format : 110nnnnn.nnnnnnnn.nnnnnnnn.hhhhhhhh
Bit pertama : 110
Panjang NetID : 24 bit
Panjang HostID : 8 bit
Byte pertama : 192-223
Jumlah : 2.097.152 Kelas C
Range IP : 1.xxx.xxx.xxx sampai 223.255.255.xxx
Jumlah IP : 254 IP Address pada setiap Kelas C
Deskripsi : Digunakan untuk jaringan berukuran kecil

Kelas D
Format : 1110mmmm.mmmmmmm. mmmmmmm. mmmmmmm
Bit pertama : 1110
Bit multicast : 28 bit
Byte inisial : 224-247
Deskripsi : Kelas D digunakan untuk keperluan IP multicasting
(RFC 1112)

Kelas E
Format : 1111rrrr.rrrrrrrr. rrrrrrrr. rrrrrrrr
Bit pertama : 1111
Bit cadangan : 28 bit
Byte inisial : 248-255
Deskripsi : Kelas E adalah kelas yang dicadangkan
untuk keperluan eksperimental.

Selain network ID, istilah lain yang digunakan untuk menyebut bagian IP address yang menunjuk jaringan ialah Network Prefix. Biasanya dalam menuliskan network prefix suatu kelas IP Address digunakan tanda garis miring (Slash) “/”, diikuti dengan angka yang menunjukan panjang network prefix ini dalam bit.
Misalnya, ketika menuliskan network kelas A dengan alokasi IP 12.xxx.xxx.xxx, network prefixnya dituliskan sebagai 12/8. Angka delapan menunjukan jumlah bit yang digunakan oleh network prefix. Untuk menunjukan suatu network kelas B 167.205.xxx.xxx digunakan: 167.205/16. Angka 16 merupakan panjang bit untuk network prefix pada IP address kelas B.

5.2 Pengalokasian IP address
IP Address terdiri atas dua bagian yaitu network ID dan host ID. Network ID menunjukkan nomor network, sedangkan host ID mengidentifkasikan host dalam satu network. Pengalokasian IP address pada dasarnya ialah proses memilih network ID dsan host ID yang tepat untuk suatu jaringan. Tepat atau tidaknya konfigurasi ini tergantung dari tujuan yang hendak dicapai, yaitu mengalokasikan IP address se-efisien mungkin.
Terdapat beberapa aturan dasar dalam menentukan network ID dan host ID yang hendak digunakan. Aturan tersebut adalah :
1. Network ID tidak boleh sama dengan 127
Network ID 127 tidak dapat digunakan karena ia secara default digunakan dalam keperluan ‘loop-back’.(‘Loop-Back’ adalah IP address yang digunakan komputer untuk menunjukan dirinya sendiri).
2. Network ID dan host ID tidak boleh sama dengan 255 (seluruh bit diset 1)
Network ID dan host ID tidak boleh semua bitnya diset 1, karena akan diartikan sebagai alamat broadcast. ID broadcast merupakan alamat yang mewakili seluruh anggota jaringan. Pengiriman paket ke alamat ini akan menyebabkan paketini didengarkan oleh seluruh anggota network tersebut.
3. Network ID dan host ID tidak boleh sama dengan 0 (seluruh bit diset 0)
Karena IP address dengan host ID 0 diartikan sebagai alamat network. Alamat network adalah alamat yang digunakan untuk menunjuk suatu jaringan, dan tidak menunjukan suatu host.
4. Host ID harus unik dalam suatu network
Dalam satu network, tidak boleh ada dua host dengan host ID yang sama.

a. Subnetting
Untuk mengefisienkan alokasi IP Address, dilakukan subneting. Subnetting ialah proses memecah satu kelas IP Address menjadi beberapa subnet dengan jumlah host yang lebih sedikit. Untuk menentukan batas network ID dalam suatu subnet, digunakan subnet mask.


1. Kegunaan Subnetting
Kegunaannya adalah untuk memecah network ID yang dimiliki oleh suatu organisasi nenjadi beberapa network ID lain dengan jumlah anggota jaringan yang lebih kecil. Adapun hal ini dilakukan karena sebuah organisasi mempunyai lebih dari satu jaringan/LAN, yang masing-masing jumlah hostnya tidak sebesar jumlah maksimal IP host yang disediakan oleh satu kelas IP address dari network ID yang dimiliki organisasi tersebut. Hal ini dapat terjadi karena: teknologi yang berbeda, keterbatasan teknologi, ‘kongesti’ pada jaringan, dan hubungan ‘point-to-point’.
2. Subnet mask
Subnet mask ialah angka biner 32 bit yang digunakan untuk :
• Membedakan network ID dan host ID.
• Menentukan letak suatu host, apakah berada di dalam atau di luar jaringan.

Pada subnet mask, seluruh bit yang berhubungan dengan network ID diset 1. Sedangkan bit yang berhubungan dengan host ID diset 0. IP address kelas A misalnya, secara default memiliki subnet mask 255.0.0.0 yang menunjukkan batas antara nework ID dan host ID IP address kelas A. Dalam ‘subnetting’, proses yang ialah memakai sebagian bit host ID untuk membentuk subnet ID.
Dengan demikian jumlah bit yang digunakan untuk host ID menjadi lebih sedikit. Semakin panjang subnet ID, jumlah subnet yang dapat dibentuk semakin banyak, namun jumlah host dalam setiap subnet menjadi semakin sedikit. Dengan demikian, network prefix tidak lagi sama dengan network ID. Network ID yang baru adalah network ID ditambah subnet ID. Dan untuk membedakan dari yang lama digunakan istilah ‘extended network prefix’.

Dalam melakukan subnetting, kita harus terlebih dahulu menentukan seberapa besar jaringan kita saat ini, serta kemungkinannya dimasa mendatang. Untuk hal tersebut kita dapat mengikuti beberapa petunjuk umum berikut:
1. Tentukan dulu jumlah jaringan fisik yang ada
2. Tentukan jumlah IP address yang dibutuhkan oleh masing-masing jaringan.
3. Berdasarkan requirement ini, definisikan:
• Satu subnet mask untuk seluruh network
• Subnet ID yang unik untuk setiap segmen jaringan
• Range host ID untuk setiap subjek

Cara paling sederhana dalam membentuk subnet ialah mengalokasikan IP Address sama rata untuk setiap subnet. Namun hal ini hanya cocok jika alokasi IP yang kita miliki besar sekali atau kita menggunakan IP privat, dan jaringan menjalankan protokol routing RIP versi 1. Jika kita ingin membuat jaringan dengan subnet berukuran berbeda, RIP versi 1 tidak dapat digunakan. Alokasi IP dengan subnet yang besarnya berbeda-beda sesuai kebutuhan disebut sebagai VLSM (Variable Lenght Subnet Mask). VLSM dapat menghasilkan alokasi IP yang lebih efisien.

Apa solusi bagi Internet di masa depan ? jawabannya adalah IPv6. Memiliki nama lain IPng (IP next generation), IPv6 merupakan protokol Internet baru yang dikembangkan untuk mengantisipasi perkembangan teknologi Internet di masa depan. IPv6 dirancang untuk berjalan diatas jaringan kecepatan tinggi (Gigabit Ethernet, ATM, Packet over Sonet) dan bersamaan itu pula dapat berjalan dengan optimal pada jaringan kecepatan rendah (Wireless).






5.4 IPv6
Mengapa dinamai IPv6 ? IP yang kita pakai sekarang disebut IPv4, menunjukkan versi protokol IP tersebut, yaitu versi 4. IPv6 dinamai demikian untuk menunjukkan bahwa protokol IP tersebut adalah protokol IP versi 6.
Sangat disadari bahwa IPv4 yang ada sekarang tidak mungkin dipindah secara langsung menjadi IPv6. Oleh karena itu IPv6 memiliki mekanisme transisi yang dirancang untuk memudahkan pengguna IPv4 untuk menjalankan IPv6 diatas IPv4 untuk sementara waktu tanpa perubahan yang berarti.

5.5 Fitur yang dimiliki IPv6
IPv6 memiliki beberapa fitur yang mampu mengantisipasi perkembangan aplikasi masa depan dan mengatasi kekurangan yang dimiliki pendahulunya, yaitu IPv4. Fitur-fitur tersebut adalah :
1. Jumlah IP address yang sangat banyak. IPv6 terdiri dari 128 bit, dengan jumlah IP address yang dapat dipakai mencapai 3.4 x 10^38 IP address. Jumlah ini sangatlah besar, sehingga apabila nantinya setiap penduduk dunia (7 milyar) memiliki 10 milyar IP address, dan manusia sudah menjadikan Mars sebagai planet tempat tinggal kedua setelah Bumi, maka IP address ini masih dapat dipakai oleh seluruh penduduk Mars (asumsi jumlahnya sama-sama 7 milyar, dan masing-masing memiliki 10 milyar), maka alokasi IP address bagi penduduk Bumi dan Mars ini baru mencakup 1 persen dari alokasi alamat IPv6 yang ada! Alokasi IP address yang sangat banyak ini berguna untuk memberikan IP address kepada hampir semua perangkat yang ada di sekitar anda, mulai dari mobil, lemari es, jam tangan, pintu, jendela, bahkan pada celana anda!
2. Autoconfiguration. IPv6 dirancang agar penggunanya tidak dipusingkan dengan konfigurasi IP address. Komputer pengguna yang terhubung dengan jaringan IPv6 akan mendapatkan IP address langsung dari router, sehingga nantinya DHCP server tidak diperlukan lagi. Autoconfiguration nantinya sangat berguna bagi peralatan mobile Internet karena pengguna tidak direpotkan dengan konfigurasi sewaktu ia berpindah tempat dan jaringan.
3. Sekuriti. IPv6 telah dilengkapi dengan protokol IPSec, sehingga semua aplikasi telah memiliki sekuriti yang optimal bagi berbagai aplikasi yang membutuhkan keamanan, misalnya transaksi e-commerce.
4. Quality of Service. IPv6 memiliki protokol QoS yang terintegrasi dengan baik, sehingga semua aplikasi yang berjalan diatas IPv6 memiliki jaminan QoS, terutama bagi aplikasi yang sensitif terhadap delay seperti VoIP dan streaming video.















VI. DNS
A.Pendahuluan.
Dalam berkomunikasi, antar komputer sudah cukup menggunakan alamat ip. Namun karena keterbatasan kemampuannya, manusia memerlukan sebuah nama untuk saling kenal dan oleh karena itu DNS ada.Keberadaan DNS ini bersifat terdistribusi di seluruh dunia.Dengan pendistribusian ini,masing – masing organisasi bertanggung jawab atas database yang berisi informasi mengenai jaringannya sendiri.Misalnya DNS server ITB hanya bertanggung jawab atas domain itb.ac.id.
Informasi yang disimpan dalam DNS server berupa alamat IP dan namahost.Oleh karena itu format penamaan host harus konsisten untuk semua host.Format penamaan host di internet dibuat membentuk hierarki.Skema hierarki tersebut membentuk tree.Satu titik atau node membentuk tree memiliki beberapa subnode, dan setiap subnode membentuk beberapa tree yang memiliki beberapa subnode.Setiap node memiliki label yang disebut domain.Domain ini bisa berupa namahost,subdomain atau top level domain. Nama domain di dunia dipecah menjadi .com .org .edu .gov dan .mil dan di Indonesia diubah sedikit menjadi .co.id .or.id .ac.id .go.id dan .mil.i
Domain teratas ialah root domain.Domain ini ditulis dalam bentuk titik(“.”). Semua node yang berada tepat dibawah root domain adalah top level domain.Node yang berada tepat dibawah top level domain disebut seconde level domain dan semua node yang berada di bawah second level domain disebut third level domain.
Sebagai contoh :
Web.master.arc.net
• Tanda ”.” menunjukkan Root Domain.
• net menunjukkan top level domain.
• arc menunjukkan second level domain.
• master menunjukkan third level domain.
• web menunjukkan nama host/komputer.


B.Komponen dan Prinsip Kerja DNS
















Komputer Client



Resolver adalah bagian dari program aplikasi yang berfungsi menjawab pertanyaan program aplikasi tentang domain.Resolver akan menjawab pertanyaan dengan dua cara yaitu
• melihat isi cachenya (apabila pertanyaan tersebut pernah ditanyakan dan jawabanya disimpan dalam cache.
• Bertanya / query kepada dns server lokal serta menginterpretasikan hasilnya.

DNS Server terdiri atas 3 jenis :
• Cache, jenis ini tidak mempunyai data nama – nama host dari domain tertentu.Ia hanya mencari jawaban dari beberapa dns server dan menyimpan hasil di dalam cachenya untuk keperluan mendatang.
• Primary (master) , adalah dns server yang memegang daftar lengkap dari sebuah domain yang dikelolanya.Misalnya server ns1.itb.ac.id memegang otoritas penuh atas domain “itb.ac.id”
• Secondary (slave), adalah backup dari primary server apabila primary servernya crash atau untuk mempermudah pendelegasiannya.Secondary server juga memuat daftar lengkap dari sebuah domain, sama seperti primary server.

Misalnya seorang pengguna yang berada dalam jaringan atau network itb, dengan menggunakan browser internet explorer mengakses situs http://www.arc.itb.ac.id.
Maka langkah pertama yang dilakukan browser adalah bertanya kepada resolver di komputer tsb berapa ip address dari www.arc.itb.ac.id.Resolver akan mencari jawaban dengan melihat isi dari cache.Apabila situs tersebut pernah diakses sebelumnya maka informasi mengenai situs tsb(ip address) telah ada dalam cache dan resolver akan segera memberitahu jawabannya ke browser.Namun bila jawabannya belum ada dalam cache,maka resolver akan mengontak dns server lokal yang menjadi defaultnya( dns server itb) dan memberi jawabannya ke browser.
Dalam kasus yang berbeda jika name server tidak mengetahui jawabannya (atau name server tidak autoritative untuk zona tsb .Maka name server ini akan bertanya kepada name server lain yang lebih autoritative yaitu Root DNS.Root DNS pasti mempunyai database yang dimaksud dan memberikan kepada dns server lokal.Root DNS memuat seluruh daftar nama yang ada di dunia.Dan Root DNS server ini tidak hanya terdiri atas satu server saja melainkan sekitar 13 server yang diletakkan di seluruh dunia.
Misalnya seorang pengguna yang berada dalam jaringan atau network itb mengakses situs http://www.google.com.
Resolver akan mencari jawaban di cache, apabila ada maka langsung diberikan ke browser dan apabila tidak ada maka resolver akan mengontak dns server lokal.Apabila jawabannya ada maka langsung diberikan ke browser.Apabila jawaban yang dicari tidak ada dalam dns server lokal( dns server itb=untuk zone itb), maka dns server lokal akan mencari jawaban ke dns server yang lebih autoritative yaitu Root DNS server.Root DNS kemudian memberikan jawabannya ke dns server lokal yang pada akhirnya menyampaikan jawaban ke client tadi

D.Konfigurasi DNS Server
DNS diimplementasikan oleh sebuah software bernama BIND (Barkeley Internet Name Domain).Bind dalam pekerjaan sehari – hari dinamakan named.
Secara umum file –file yang dibuat adalah:
Named.conf
File database domain
File database reverse domain





MODUL II
INSTALASI WEB SERVER APACHE, PHP & MYSQL


A. WEB SERVER APACHE

1. Pendahuluan

Web server merupakan sebuah perangkat lunak (software) yang berjalan pada komputer server yang berfungsi sebagai media atau alat untuk memberikan layanan web.Apabila ada permintaan / request dari client yang menggunakan browser misalnya internet explorer, Netscape, Mozilla dll maka web server akan memproses permintaan tersebut dan memberikan hasilnya kembali kepada web browser di komputer client.
Sebuah web server berkomunikasi dengan browser dari komputer client menggunakan protocol tersendiri yaitu HTTP (Hypertext Transfer Protocol) yang berjalan pada port 80 dari server tsb.
Salah satu software web server yang terkenal dan sudah lama digunakan adalah Apache Web Server. Software ini bersifat freeware (gratis) namun memiliki dukungan teknis dan dokumentasi yang lengkap dari pembuatnya (www.apache.org). Software ini dapat berjalan pada berbagai platform system operasi seperti Windows , Linux, FreeBSD, dan Famili unix lainnya dengan perfomansi dan konsumsi sumber daya yang tidak terlalu banyak.
Dalam modul ini ,yang akan dibahas adalah instalasi web server apache pada komputer dengan system operasi FreeBSD 4.x yang proses instalasinya sangat berbeda dengan proses - proses instalasi yang sering dilakukan di lingkungan system operasi Windows.Untuk itu minimal dibutuhkan pengetahuan mengenai perintah / command – command unix.

2. Instalasi Apache Web Server

Langkah – langkah instalasi apache web server apache untuk beberapa sistem operasi selengkapnya dapat dilihat di dalam file manual instalasi INSTALL yang terdapat pada direktori source file apache.
Sebelum menginstal apache pada komputer dengan sistem operasi FreeBSD, hal – hal yang perlu dipersiapkan adalah :
a. Minimal dibutuhkan ruang hardisk 12Mb
b. Source code apache (apache_1.3.x.tar.gz)
c. ANSI C Compiler atau GNU C Compiler (GCC)
d. Perl 5 Interpreter (Optional)
Langkah – langkah instalasi adalah sbb:
1. Buat direktori baru yang akan digunakan untuk menyimpan source file apache.Untuk mempermudah proses instalasi maka sebaiknya direktori baru tersebut dibuat di dalam direktori /usr/local/ dengan nama tertentu misalnya /usr/local/data.
$mkdir /usr/local/data
Simpan source file apache (apache_1.3.x.tar.gz) ke dalam direktori baru tersebut.
Nb: Direktori ini juga digunakan untuk menyimpan source file php dan mysql.
2. Extrak source file tersebut dengan perintah
$tar –xzvf apache_1.3.x.tar.gz
Setelah setelah selesai diextrak maka akan terbentuk direktori baru yaitu /usr/local/data/apache_1.3.x yang merupakan direktori dimana source code apache berada.
3. Masuk ke dalam direktori baru tersebut
$ cd /usr/local/data/apache_1.3.x
Manual instalasinya dapat dibaca pada file INSTALL yang terdapat pada direktori tersebut.
4. Langkah selanjutnya adalah mengkonfigurasi source tree (direktori tempat apache diinstall) sesuai dengan kebutuhan.
$ ./configure - - prefix = /usr/local/apache
Dengan demikian maka apache akan diinstall pada direktori /usr/local/apache
5. Langkah selanjutnya adalah mengecek dependensi diantara source file apache (source file apache ditulis dalam bahasa C) dan mengkompilasi source file tersebut.
$make
proses ini memakan waktu beberapa lama bergantung pada kecepatan prosesor yang digunakan
6. Apabila kompilasi telah berjalan dengan baik maka langkah selanjutnya adalah menginstal apache pada direktori yang telah dibuat pada konfigurasi awal tadi (/usr/local/apache)
$make install
7. Jalankan apache web server yang baru diinstall dengan perintah
$ /usr/local/apache/bin/apachectl start
Untuk mengecek apakah apache telah berjalan (secara background) ketikkan . perintah
$ ps –auxw | grep apache
Atau dengan menjalankan browser ,misalnya browser Lynx
Lynx http://namahost misalnya lynx http://apache.arc.itb.ac.id
Apabila apache berjalan dengan baik maka pada layar browser akan tampil halaman web apache.

.


Konfigurasi web server apache dapat dilakukan dengan mengedit file konfigurasi apache yaitu file httpd.conf yang terdapat pada direktori /usr/local/apache/conf/ seperti namahost, port server , dokument root , direktori root dll.

Note : Apabila apache telah diinstal , sebaiknya direktori dimana sourcefile apache berada yaitu /usr/local/data/apache_1.3.x tidak dihapus karena masih akan digunakan dalam instalasi phpdan mysql.
Agar apache dapat berjalan pada saat komputer booting maka tambahkan baris
/usr/local/apache/bin/apachectl start pada file rc.conf yang terletak dalam direktori /etc.
B. Instalasi PHP

1. Pendahuluan
PHP (Personal Home Page Tool) adalah salah satu bahasa script yang berjalan pada sisi server (server side script) untuk membuat halaman web dinamis .Instalasi php sangat bergantung pada web server yang digunakan karena modul – modul php akan diintegrasikan ke dalam web server apache.
Sebelum instalasi php dilakukan , hal yang perlu dipersiapkan adalah:
a. Source file php (php-4.0.x.tar.gz)
b. Source code apache web server
c. ANSI C Compiler atau GNU C Compiler (GCC)

Langkah – langkah instalasi :
1. Extrak source file php dengan perintah
$ tar –xzvf php-4.0.x.tar.gz
Setelah itu akan terbentuk direktori baru dengan nama php-4.0.x, misalnya instalasi dilakukan di dalam direktori /usr/local/data maka direktori yang terbentuk adalah direktori /usr/local/data/php-4.0.x
Note : Sebaiknya source file php diextrak ke dalam direktori yang sama dengan direktori apache (/usr/local/data).
2. Masuk ke dalam direktori baru tsb dengan perintah
$ cd /usr/local/data/php-4.0.x
Manual instalasi dapat dibaca pada file INSTALL yang terdapat dalam direktori tsb
3. Konfigurasi php dengan web server apache dan mysql untuk mengintegrasikan php ke dalam web server apache
$ ./configure - - with – mysql - - with apache=../apache_1.3.xx - -enable-track-vars
Selain option di atas kita juga dapat mengaktifkan option-option lain sesuai dengan kebutuhan kita. Option – opiton selengkapnya dapat dilihat dengan perintah
./configure –help
4. Kompilasi source code php dengan perintah
$ make
Proses ini memakan waktu beberapa lama bergantung pada kecepatan prosesor yang digunakan.
5. Setelah kompilasi selesai maka instalasi php dapat dilakukan dengan perintah
$ make install
6. Setalah php selesai diinstal maka langkah selanjutnya adalah mengkonfigurasi ulang web server apache untuk mengaktifkan modul – modul php.
Untuk itu masuk kembali ke direktori dimana souce code apache berada dengan perintah:
$ cd ../apache_1.3.xx
7. Langkah selanjutnya adalah mengaktifkan modul – modul php yang telah diintegrasikan ke dalam web server apache .
$ ./configure - - prefix=/usr/local/apache - - activate-modules=/src/modules/libphp4.a
8. Kompilasi dan install kembali web server apache dengan perintah
$ make
$ make install
9. Masuk kembali ke dalam direktori php
$ cd ../php-4.0.x
10. Duplikasi file php.ini-dist ke dalam direktori /usr/local/lib/
$ cp php.ini-dist /usr/local/lib/php.ini
11. Edit kembali file konfigurasi apache :httpd.conf dengan menambahkan baris
AddType application/x-httpd-php .php
12. Restart kembali web server apache
$ /usr/local/apache/bin/apachectl restart
13. Untuk mencoba apakah php telah terinstal dengan baik, buat file baru dengan isi
phpinfo();
?>
Simpan file tersebut dengan nama tes.php kedalam dokument root web server apache ( /usr/local/apache/htdocs) dan ubah modenya dengan perintah :
$ chmod 755 tes.php
14. Jalankan browser misalnya lynx
$ lynx http://php.arc.itb.ac.id/tes.php
apabila php telah terinstal dengan baik maka pada browser akan tampil halaman web php info





dan apabila gagal maka yang ditampilkan adalah isi file itu sendiri.








C. Instalasi Mysql

1. Pendahuluan
Mysql adalah salah satu perangkat lunak (software) database yang sering dipakai dan di integrasikan dengan web server apache . Source file mysql dapat diperoleh dari situs resmi mysql www.mysql.com secara gratis. Mysql merupakan software database yang tangguh karena mampu melakukan operasi yang multithread, artinya mysql dapat membagi pekerjaannya dalam beberapa proses dan dapat dikerjakan dalam waktu yang bersamaan serta dapat beroperasi pada banyak platform sistem operasi yang berbeda seperti Windows, Linux, FreeBSD,NetBSD,SunOS, Solaris dll. Dengan mysql, suatu database dapat dengan mudah diakses dari halaman web sehingga membuat suatu halaman web lebih interaktif dan informatif.

Sebelum menginstal mysql , hal – hal yang perlu dipersiapkan adalah :
a. Source file mysql (mysql-3.22.xx.tar.gz).
b. Source code apache
c. ANSI C Compiler atau GNU C Compiler (GCC)

Langkah-langkah instalasi:
1. Sebelum diextrak , usahakan agar source file mysql berada pada direktori yang sama dengan direktori dimana source code apache berada (/usr/local/data).
2. Kemudian buat group dan user mysql.User ini yang akan menjalankan mysql
$ pw groupadd mysql
$ pw useradd mysql –g mysql

3. Extrak file mysql dengan perintah
$ tar –xzvf mysql-3.22.xx
sehingga terbentuk direktori baru ( /usr/local/data/mysql-3.22.xx)
4. Masuk ke dalam direktori tersebut dan konfigurasi source tree mysql
$ cd mysql-3.22.xx
$ ./configure - - prefix=/usr/local/mysql
5. Langkah selanjutnya adalah mengecek dependensi diantara source file mysql dan mengkompilasinya dengan perintah:
$ make
Proses ini memakan waktu cukup lama bergantung pada kecepatan prosesor yang digunakan,
6. Install mysql dengan perintah
$ make install
Dengan demikian maka mysql akan diinstal ke dalam direktori /usr/local/mysql.
7. Konfigurasi tabel akses pada mysql dengan menggunakan script mysql_install_db yang berada pada direktori script.
$./script/mysql_install_db
8. Ubah kepemiliakan direktori /usr/local/mysql dengan user dan group mysql (sebelumnya adalah root)
$ chown –R mysql /usr/local/mysql
$ chgrp –R mysql /usr/local/mysql
9. Jalankan server mysql dengan perintah
$ /usr/local/mysql/bin/safe_mysqld &
untuk mengecek apakah mysql telah berjalan, maka cek dengan perintah
$ ps –aux | grep mysql
Untuk keamanan , set password untuk root dengan perintah
$ /usr/local/mysql/bin/mysqladmin –u root password passwd
dgn passwd = password untuk root
10. Setelah mysql terinstall dengan baik ,jalankan mysql dengan perintah
$/usr/local/mysql/bin/mysql –u root –p
maka akan muncul prompt untuk memasukkan password
Cth :
$/usr/local/mysql/bin/mysql –u root –p
Enter password: *************
Mysql>
Mysql>show databases;
+-----------------------+
| Databases |
+-----------------------+
| mysql |
| test |
+------------------------+


NB : Agar server mysql berjalan secara otomatis pada saat komputer booting maka tambahkan baris /usr/local/mysql/bin/safe_mysqld & pada file rc.conf yang terdapat pada direktori /etc

MODUL III
MAIL SERVER


Mail server adalah aplikasi yang berurusan dengan lalu lintas email, dan tidak berhubungan langsung dengan user yang menerima dan mengirim email. Mail server yang akan kita gunakan adalah Qmail. Mengapa qmail ? bukan sendmail.Sebuah system Unix biasanya secara default sudah terdapat sendmail sebagai MTA (Mail TransferAgent). Sendmail sebagai MTA tertua memiliki banyak bug didalamnya sampai saat ini telah ditemukan 20 bug. Lalu muncullah MTAyang dibuat karena merasa tidak puas dengan kinerja dan Buugy sendmail. Keunggulan Qmail dibandingkan dengan sendmail yang utama adalah masalah keamanan.

1. Installasi Qmail

Berikut ini akan dijelaskan tentang cara Installasi Qmail dengan berbagai cara.
Cara berikut merupakan cara manual :
1. Ambil source dari http://ftp.qmail.org/pub/software untuk di dalam kampus ITB dapat menggunakan http://ftpsearch.tf.itb.ac.id untukmencari source Qmail.
2. Versi terbaru dari Qmail adalah versi 1.03 dan masih berupa file compress yang berekstension tgz.
3. Uraikan file Qmail 1.03.tar.gz dengan perintah
# ta –xzvf qmail-tar.gz
4. Setelah itu di simpan di dalam direktori
/tempat_file_qmail.tgz/qmail-1.03
untuk langkah installasi berikutnya anda dapat membaca di dokumentasi qmail yaitu
/qmail_1.03/INSTALL denganmenggunakan text editor :pioc,vi, ee.dll
5. Buat lah direktori /var/qmail
# mkdir /var/qmail
6. buat user dan group:
user : qmaill, qmails, qmaild dan qmailr
group: nofiles dan qmail
untuk membuatnya sudah ada perintahnya sepertipada dokumentasi :
# pw groupadd nofiles
# pw useradd alias-g nofiles –d /var/qmail/alias –s /nonexistent
# pw useradd qmaild –g nofiles –d/var/qmail –s /nonexistent
# pw useradd qmaill –g nofiles –d/var/qmail –s /nonexistent
# pw useradd qmailp –g nofiles –d/var/qmail –s /nonexistent
# pw useradd qmail
# pw useradd qmailq –g qmail –d/var/qmail –s /nonexistent
# pw useradd qmailr –g qmail –d/var/qmail –s /nonexistent
# pw useradd qmails –g qmail –d/var/qmail –s /nonexistent
7. Kembalike direktori dimana sourceQmail diletakka. Lalu kompilasi source dengan perintah :
# make setup check
# cd /var/qmail/configure
8. lakukan perintah untuk mensetup file konfiigurasi qmail dengan perintah:
# ./config
9. Membuat file alias, hal ini dpat di lakukan dengan perintah:
# cd ~alias
# touch .qmail-mailer-daemoon .qmail-root .qmail-postmaster
10. lalu untukkeperluan sistemmakadibuathak atas ketiga file diatas(langkah 9) dengan mode 644 dengan perintah:
#chmod 644 ~alias/.qmail

11. buatlah MUA Maildir pada salah satu user anda bukansebagai root dengan mengetik perintah :
% /var/qmail/bin/maildirmake $HOME/Maildir
% echo ./Maildir/ > ~/.qmail
12. copy /var/qmail/boot/home ke /var/qmail/rc dengan mengetik perintah :
# cp /var/qmail/boot/home /var/qmail/rc
ubahlah bagianMailbox menjadi Maildir di dalam file /var/qmail/rc dengan
menggunakan text editor kesukaan anda:
# pico /var/qmail/rc
13. Untuk mengaktifkan Qmail ketik perintah :
# csh –cf ‘/var/qmail/rc &’
14. installasi telah selesai,untuk melakukan pengujianada duatest yangdilakukan yaiutu delivery dan receive. Dalam testing Sendmail masih bias berjalan dan testtidak mengganggunya. Untuk test pertama dapat mengirimkan mail kepada user yang bernama nina:
# echo to: nina | /var/qmail/bin/qmail-inject
Lalu lihat apa yang telah dicatat syslog(syslog adalah sebuahdaemonyangmelakukan logging terhdp system) dengaperintah:
# tail –f /var/loq/maillog
15. Untuk test selanjutnya dilakukan pengiriman ke remote host
# echo to : xave@arc.itb.ac.id | /var/qmail/bin/qmail-inject
lalu kembali lakukan pemeriksaan pada syslog seperti diatas.jika padalevel initest berhasil maka sendmail boleh di matikan.
16. Membuang sendmail meliputi:
1. menonaktifkan daemon sendmail dengan mengetik perintah :
#kill –HUP PID
untuk mengetahui PID sendmail daemon ketiklah:
#ps-waux
2. membuang setuid sendmail dengan mengetikperintah
#chmod 0 /usr/sbin/sendmail
3. membuang sendmail
# mv /usr/sbin/sendmail /usr/sbin/sendmail.bak
17. mengaktifkan Qmail daemondengan mengetik perintah:
# csh –cf ‘/var/qmail/rc &’
18. buatlink untukmenghubungkan sendmail denagn “sendmail” milik Qmail
# ln –s /var/qmail/bin/sendmail /usr/sbin/sendmail
19. Untuk memulaiQmail bekerja di bawah inetd maka edit /etc/inetd.conf dengan menambahkan baris:
Smtp stream tcp nowait qmaild /var/qmail/bin/tcp-env tcp-env /var/qmail/bin/qmail-smtpd
20. Edit pada file /etc/rc.conf untuk tidak memulai sendmail :
Sendmail=YES diubah menjadi Sendmail=NO
21. Apabila dipilih script MAILDIR ,maka editlah bagian .pinerc pada user anda :
# pico .pinerc
inbox path = Maildir
22. Test dapat dilakukan dengan menggunakan pine.
Misal : si topel kirim email ke nina.
nina@arc.itb.ac.id, begitu si nina menerima email si topel dan di reply dan si topel menerima email si nina maka qmail dapat berfungsi.

2. TIP Installasi Qmail

1. Untuk memudahkan pekerjaan membuat file Maildir padasetiap homedirectory,makayang perlu dilakukan adalahdengan menambahkanfile Maildir Kosong ke /usr/share/skel. Setiap menambahkan user baru otomatis semua file yang diletakkan pada/usr/share/skel
akan disalin kehome directory user tsb. Script yang digunakan :
# cd /usr/share/skel
# /var/qmail/bin/maildirmake Maildir
2. Untukmenambah file.pinerc yang telah kita edit juga dapat kita copykanke directory /usr/share/skel. Didalam .pine rc kitaisi inboth pathdengan Maildir
#pico .pinerc
inbox path = Maildir
# cd /home/ipan/ (ipan adalah user dimana .pinercnya telah kita edit)
# cp .pinerc /usr/share/skel/dot.pinerc

Pembuatan dokumentasi

untuk mengetahui jumlah dan hubungan interaksi antar proses yang ada. Dokumentasi yang telah dibuat kemudian diterapkan dalam aktifitas proses bisnis sehari – hari sebagai langkah DO. Langkah selanjutnya adalah memeriksa efektifitas pelaksanaan sebagai tahapan CHECK untuk kemudian dilakukan perbaikan bila ada ketidaksesuaian sebagai tahapan ACTION. Dokumentasi adalah hal yang penting dilakukan karena menjadi acuan pada tahapan operasi dan pemeliharaan, pada tahapan implementasi, dokumentasi yang dibuat dapat dibagi menjadi tiga jenis : Dokumentasi Pengembangan, Dokumentasi ini menjabarkan system secara lengkap, mencakup deskripsi system, bentuk keluaran, bentuk masukkan, bentuk basis data, bagan alir program, hasil pengujian dan bahkan lembar penerimaan pemakai. Dokumentasi Operasi, dokumentasi ini mencakup antara lain, jadwal pengoprasian, cara pengoprasian peralatan, factor-faktor keamanan, dan masa berlakunya suatu berkas. Dokumentasi Pemakai, berisi petunjuk untuk menggunakan masing-masing program dan juga mencakup materi pelatihan.
Dokumentasi adalah materi tertulis/video/audio yang menjabarkan cara beroperasinya sebuah sistem (termasuk pokok bahasan-pokok bahasan yang harus dikuasai oleh pemakai)
Tujuan Dokumentasi :
Pelatihan
Penginstruksian
Pengkomunikasian
Penetapan standart kinerja
Pemeliharaan sistem
Referensi histories
Menyiapkan Dokumen
Empat Area Utama Dokumentasi :
Dokumentasi Pemakai
Dokumentasi Sistem
Dokumentasi Perangkat Lunak
Dokumentasi Operasi

Konversi Sistem Baru

Adalah proses organisasional terhadap perubahan sistem informasi lama ke sistem baru
Pendekatan yang dapat dipilih :
Instalasi (konversi) langsung mengganti secara langsung sistem lama dengan sistem baru
Insalasi parallel sistem lama dan baru dijalankan secara bersamaan hingga pihak manajemen memutuskan sistem lama dapat ditutup Fungsi dari sistem lama dan baru tidak begitu berbeda Bandingkan antara hasil sistem baru dengan lama Instalasi hanya pada satu lokasi (konversi pilot) sistem dicoba dijalankan pada satu lokasi dan staf berpengalaman/senior memutuskan jika dan bagaimana sistem baru seharusnya digunakan di seluruh organisasi Sistem yang sama hendak diterapkan dilokasi yang berbeda Instalasi bertahap (phase in). Proses perubahan dari sistem lama ke sistem baru dilakukan secara bertahap, dimulai dengan yang hanya memiliki satu atau lebih sedikit komponen fungsionalitas dan secara gradual berkembang hingga ke seluruh sistem.
Perubahan secara langsung, sistem baru diterapkan dan sistem lama langsung dihentikan, Perubahan secara paralel, sistem baru dijalankan bersama-sama dengan system lama, jika sistem baru tidak ada masalah maka sistem lama dihentikan pemakaiannya, Perubahan secara bertahap, perubahan system lama ke sistem baru dilakukan perjenis kegiatan setelah sistem yang baru dianggap telah ok, Perubahan secara moduler, perubahan system lama ke sistem baru dilakukan permodul (misalnya sistem penjualan, dilanjutkan system pembelian dst.) Perubahan secara terdistribusi, mirip dengan perubahan secara moduler hanya saja perubahannya meliputi berbagai lokasi/cabang.
Proses pengubahan dari sistem lama ke sistem baru. Kompleksitas dalampengconversian tergantung pada beberapa faktor al : Jenis PL, Database, Perangkat H/W, Kendali, Jaringan, prosedur.
Metode :
Konversi langsung
Konversi Paralel
Konversi phase-in
Konversi Pilot

Konversi Langsung
Baik jika :
Sistem baru tidak mengganti sistem lama
Sistem lama sepenuhnya tidak bernilai
Sistem baru bersifat kecil/sederhana
Rancangan sistem baru sangat berbeda dari

Konversi Paralel
Memberikan derajat proteksi yang tinggi dari kegagalan sistem baru
Biaya yang dibutuhkan cukup besar

Konversi Phase-In
Sistem baru diimplementasi beberapa kali, sedikit demi sedikit untuk menggantikan sistem yang lama
Sistem harus disegmentasi
Perlu biaya tambahan untuk mengembangkan interface temporer dengan sistem lama.
Daya terapnya terbatas, proses implementasi membutuhkan waktu yang panjang

Konversi Pilot
Perlunya segmentasi organisasi
Resiko lebih rendah dibandingkan metode konversi langsung
Biaya lebih rendah dibandingkan metode paralel
Cocok digunakan apabila adanya perubahan prosedur, H/W dan S/W

Mengconversi File Data
“Keberhasilan konfersi sistem sangat tergantung pada seberapa jauh profesional sistem menyiapkan pengkonversian file data yang diperlukan untuk sistem baru”
Konversi/Modifikasi meliputi :
Format File
Isi File
Media Penyimpanan

Metode Dasar Konversi File :
Konversi File Total  dapat digunakan pada ke 4 metode konversi sistem
Konversi File Gradual  terutama digunakan pada metode paralel dan phase-in

Konfersi file Gradual :
Selama konversi file perlu diperhatikan prosedur kendali untuk memastikan integrasi data.
Prosedur kendali untuk masing-masing klasifikasi file berbeda.

Klasifikasi File :
File Master
File Transaksi
File Index
File tabel
File backup
Suatu Transaksi diterima dan dimasukan ke dalam sistem
Program mencari file master baru untuk record yang akan diupdate oleh transaksi tsb, jika record tersebut ada maka pengupdatetan record selesai.
Jika record tidak ditemukan dalam file master baru, file master lama diakses untuk record yang tepat dan ditambahkan pada file master baru dan diupdate.
Jika Transaksi untuk record baru, record baru disiapkan dan ditambahkan ke file master baru.

Peninjauan setelah Implementasi

Pengujian penerimaan sistem (systems acceptance test), Membahas hasil systems acceptance test, Mengambil keputusan akhir, Apakah sistem berjalan sesuai harapan ?? Jika sesuai, maka penyerahan system, Jika tidak sesuai, maka kembali ke tahap Analisis.
Pengujian sistem pada tahap Kegiatan Implementasi (systems test) : Menggunakan data test , Dilakukan oleh system analyst dengan programmer. Pengujian sistem pada tahap Tindak Lanjut Implementasi (systems acceptance test) : Menggunakan data sesungguhnya (real data) dalam jangka waktu tertentu, Dilakukan oleh system analyst dengan end user.
Evaluasi Sistem sbaru setelah implementasi, Bidang tinjauan pasca implementasi yaitu ada beberapa factor, yaitu Faktor system, Faktor kelayakan Telos, Faktor strategic PDM, Faktor rancangan MURRE. Komponen rancangan system yaitu ada output, input, proses, database, kendali, Flatform tekhnologi. Estimasi : Waktu, biaya, manfaat. Tingkat dukungan : Sumber daya yang tersedia, manajemen puncak, pelatihan. BIdang tinjauan pasca implementasi yaitu direncanakan dan actual. Dan laporan tinjauan pasca implementasi yaitu memperlihatkan variansi rencana dan actual.

Rabu, 12 Mei 2010

Mengenal Lebih Dekat Dengan Motherboard








Motherboard alias mainboard alias system board, ketiganya mengacu pada satu barang yang sama, yakni sebuah papan sirkuit dan panel-panel elektronik yang menggerakan system PC secara keseluruhan. Secara prinsip, sebuah motherboard terdiri atas beberapa bagian yakni system CPU (prosesor), sirkuit clock/timing, Ram, Cache, ROM BIOS, I/O port seperti port serial, port pararel, slot ekspansi, prot IDE.

Yang perlu diperhatikan!

Terutama sekali, sedikitnya ada 7 hal yang harus diperhatikan pada sebuah motherboard. Ketujuh komponen tersebut adalah :

Chipset
Tipe CPU
Slot dan tipe memori
Cache memory
Sistem BIOS
Slot ekspansi
Port I/O
Dari sinilah sesungguhnya problem pada sebuah system PC bisa dilacak atau dideteksi. Kerusakan di luar 7 komponen tersebut biasanya jarang terjadi. Kemungkinan yang lain, bila ketujuh komponen ini terlihat beres-beres saja, patut diduga bahwa masalahnya terletak pada arsitektur motherboard itu sendiri, entah sirkuit-sirkuitnya, atau komponen-komponen yang dipergunakannya.

Chipset : Komandan data dan proses

Disebut chipset karena barang satu ini umumnya merupakan sepasang chip yang mengendalikan prosesor dan fitur-fitur hardware yang ada pada mortherboard secara menyeluruh. Sepasang chip ini, yang satu buah disebut North Bright chip dan satu lagi dipanggil South Bridge chip, bisa dibilang merupakan panglima tertinggi pada sebuah system bernama motherboard.Saat ini, terdapat banyak motherboard dengan chipset yang berbeda-beda. Jenis chipset yang digunakan pada motherboard akan menentukan beberapa hal antara lain.

Tipe prosesor yang bias digunakan
Jenis memori yang bias mendukung system PC dan kapasitas maksimumnya
Kelengkapan I/O yang mampu disediakan
Tipe display adapter yang bisa digunakan
Lebar data pada motgherboarad yang bisa didukung
Ketersedian fitur-fitur tambahan (misalnya LAN, sound card, atau modem onboard).


Tipe CPU

Terdapat tiga tipe CPU yang banyak beredar di pasaran yakni CPU keluaran Intel Corporation, AMD keluaran Advanced Micro Device, dan Cyrix atau VIA C3 keluaran VIA Technologies Corporation. CPU alias prosesor keluaran VIA sendiri pada umumnya mengikuti platform teknologi yang dikeluarkan oleh Intel. Artinya, setiap seri prosesor yang dirilis VIA pada umumnya selalu memiliki kompatibilitas dengan seri prosesor yang dibuat Intel. Sementara AMD menggunakan platform teknologi yang berbeda dari yang digunakan oleh Intel, sekalipun teknologi pross yang digunakan oleh perusahaan ini juga mengikuti apa yang dilakukan Intel. Lantaran perbedaan platform ini, prosesor AMD menggunakan soket atau slot yang berbeda dari yang digunakan oleh Intel. Bila Intel menyebut Slot 1, AM menyebutnya Slot A. pada prosesor soket, belakangan AMD relative lebih konsisten dalam mengeluarakan tipe soket yang digunakan, yakni senantiasa menggunakan Soket A yang kompatibel pada seri kecepatan manapun, yakni soket dengan jumlah pin 462 buah. Bandingkan dengan Intel yang selalu berubah-ubah, dari soket 370 pin, kemudian menjadi 423 pin, lalu berubah lagi menjadi 478. akibatnya, kemungkinan untuk meng-upgrade sebuah prosesor Intel generasi baru selalu harus dibarengi dengan penggantian motherboard itu sendiri. Berikut adalah sedikit sejarah perkembangan prosesor Intel dan para clone-nya yang berhasil disarikan

Debut Intel dimulai dengan processor seri MCS4 yang merupakan cikal bakal dari prosesor i4040. Processor 4 bit ini yang direncanakan untuk menjadi otak calculator , pada tahun yang sama (1971), intel membuat revisi ke i440. Awalnya dipesan oleh sebuah perusahaan Jepang untuk pembuatan kalkulator , ternyata prosesor ini jauh lebih hebat dari yang diharapkan sehingga Intel membeli hak guna dari perusahaan Jepang tersebut untuk perkembangan dan penelitian lebih lanjut. Di sinilah cikal bakal untuk perkembangan ke arah prosesor komputer.
Berikutnya muncul processor 8 bit pertama i8008 (1972), tapi agak kurang disukai karena multivoltage.. lalu baru muncul processor i8080, disini ada perubahan yaitu jadi triple voltage, pake teknologi NMOS (tidak PMOS lagi), dan mengenalkan pertama kali sistem clock generator (pake chip tambahan), dikemas dalam bentuk DIP Array 40 pins. Kemudian muncul juga processor2 : MC6800 dari Motorola -1974, Z80 dari Zilog -1976 (merupakan dua rival berat), dan prosessor2 lain seri 6500 buatan MOST, Rockwell, Hyundai, WDC, NCR dst. Z80 full compatible dengan i8008 hanya sampai level bahasa mesin. Level bahasa rakitannya berbeda (tidak kompatibel level software). Prosesor i8080 adalah prosesor dengan register internal 8-bit, bus eksternal 8-bit, dan memori addressing 20-bit (dapat mengakses 1 MB memori total), dan modus operasi REAL.
Thn 77 muncul 8085, clock generatornya onprocessor, cikal bakalnya penggunaan single voltage +5V (implementasi s/d 486DX2, pd DX4 mulai +3.3V dst).
i8086, prosesor dengan register 16-bit, bus data eksternal 16-bit, dan memori addressing 20-bit. Direlease thn 78 menggunakan teknologi HMOS, komponen pendukung bus 16 bit sangat langka , sehingga harganya menjadi sangat mahal.
Maka utk menjawab tuntutan pasar muncul i8088 16bit bus internal, 8bit bus external. Sehingga i8088 dapat memakai komponen peripheral 8bit bekas i8008. IBM memilih chip ini untuk pebuatan IBM PC karena lebih murah daripada i8086. Kalau saja CEO IBM waktu itu tidak menyatakan PC hanyalah impian sampingan belaka, tentu saja IBM akan menguasai pasar PC secara total saat ini. IBM PC first release Agustus 1981 memiliki 3 versi IBM PC, IBM PC-Jr dan IBM PC-XT (extended technology). Chip i8088 ini sangat populer, sampai NEC meluncurkan sebuah chip yang dibangun berdasarkan spesifikasi pin chip ini, yang diberi nama V20 dan V30. NEC V20 dan V30 adalah processor yang compatible dengan intel sampai level bahasa assembly (software).
Chip 8088 dan 8086 kompatibel penuh dengan program yang dibuat untuk chip 8080, walaupun mungkin ada beberapa program yang dibuat untuk 8086 tidak berfungsi pada chip 8088 (perbedaan lebar bus)

Lalu muncul 80186 dan i80188.. sejak i80186, prosessor mulai dikemas dalam bentuk PLCC, LCC dan PGA 68 kaki.. i80186 secara fisik berbentuk bujursangkar dengan 17 kaki persisi (PLCC/LCC) atau 2 deret kaki persisi (PGA) dan mulai dari i80186 inilah chip DMA dan interrupt controller disatukan ke dalam processor. semenjak menggunakan 286, komputer IBM menggunakan istilah IBM PC-AT (Advanced Technology)dan mulai dikenal pengunaan istilah PersonalSystem (PS/1). Dan juga mulai dikenal penggunaan slot ISA 16 bit yang dikembangkan dari slot ISA 8 bit , para cloner mulai ramai bermunculan. Ada AMD, Harris & MOS yang compatible penuh dengan intel. Di 286 ini mulai dikenal penggunaan Protected Virtual Adress Mode yang memungkinkan dilakukannya multitasking secara time sharing (via hardware resetting).
Tahun 86 IBM membuat processor dengan arsitektur RISC 32bit pertama untuk kelas PC. Namun karena kelangkaan software, IBM RT PC ini “melempem” untuk kelas enterprise, RISC ini berkembang lebih pesat, setidaknya ada banyak vendor yang saling tidak kompatibel.

Lalu untuk meraih momentum yang hilang dari chip i8086, Intel membuat i80286, prosesor dengan register 16-bit, bus eksternal 16-bit, mode protected terbatas yang dikenal dengan mode STANDARD yang menggunakan memori addressing 24-bit yang mampu mengakses maksimal 16 MB memori. Chip 80286 ini tentu saja kompatibel penuh dengan chip-chip seri 808x sebelumnya, dengan tambahan beberapa set instruksi baru. Sayangnya chip ini memiliki beberapa bug pada desain hardware-nya, sehingga gagal mengumpulkan pengikut.
Pada tahun 1985, Intel meluncurkan desain prosesor yang sama sekali baru: i80386. Sebuah prosesor 32-bit , dalam arti memiliki register 32-bit, bus data eksternal 32-bit, dan mempertahankan kompatibilitas dengan prosesor generasi sebelumnya, dengan tambahan diperkenalkannya mode PROTECTED 32-BIT untuk memori addressing 32-bit, mampu mengakses maksimum 4 GB , dan tidak lupa tambahan beberapa instruksi baru. Chip ini mulai dikemas dalam bentuk PGA (pin Grid Array)
Prosesor Intel sampai titik ini belum menggunakan unit FPU secara
internal . Untuk dukungan FPU, Intel meluncurkan seri 80×87. Sejak 386 ini mulai muncul processor cloner : AMD, Cyrix, NGen, TI, IIT, IBM (Blue Lightning) dst, macam-macamnya : i80386 DX (full 32 bit)
i80386 SX (murah karena 16bit external)
i80486 DX (int 487)
i80486 SX (487 disabled)
Cx486 DLC (menggunakan MB 386DX, juga yang lain)
Cx486 SLC (menggunakan MB 386SX)
i80486DX2
i80486DX2 ODP
Cx486DLC2 (arsitektur MB 386)
Cx486SLC2 (arsitektur MB 386)
i80486DX4
i80486DX4 ODP
i80486SX2
Pentium
Pentium ODP

Sekitar tahun 1989 Intel meluncurkan i80486DX. Seri yang tentunya sangat populer, peningkatan seri ini terhadap seri 80386 adalah kecepatan dan dukungan FPU internal dan skema clock multiplier (seri i486DX2 dan iDX4), tanpa tambahan instruksi baru. Karena permintaan publik untuk prosesor murah, maka Intel meluncurkan seri i80486SX yang tak lain adalah prosesor i80486DX yang sirkuit FPU-nya telah disabled . Seperti yang seharusnya, seri i80486DX memiliki kompatibilitas penuh dengan set instruksi chip-chip seri sebelumnya.
AMD dan Cyrix kemudian membeli rancangan prosesor i80386 dan i80486DX untuk membuat prosesor Intel-compatible, dan mereka terbukti sangat berhasil. Pendapat saya inilah yang disebut proses ‘cloning’, sama seperti cerita NEC V20 dan V30. AMD dan Cyrix tidak melakukan proses perancangan vertikal (berdasarkan sebuah chip seri sebelumnya), melainkan berdasarkan rancangan chip yang sudah ada untuk membuat chip yang sekelas.
Tahun 1993, dan Intel meluncurkan prosesor Pentium. Peningkatannya terhadap i80486: struktur PGA yang lebih besar (kecepatan yang lebih tinggi , dan pipelining, TANPA instruksi baru. Tidak ada yang spesial dari chip ini, hanya fakta bahwa standar VLB yang dibuat untuk i80486 tidak cocok (bukan tidak kompatibel) sehingga para pembuat chipset terpaksa melakukan rancang ulang untuk mendukung PCI. Intel menggunakan istilah Pentium untuk meng”hambat” saingannya. Sejak Pentium ini para cloner mulai “rontok” tinggal AMD, Cyrix . Intel menggunakan istilah Pentium karena Intel kalah di pengadilan paten. alasannya angka tidak bisa dijadikan paten, karena itu intel mengeluarkan Pentium menggunakan TM. AMD + Cyrix tidak ingin tertinggal, mereka mengeluarkan standar Pentium Rating (PR) sebelumnya ditahun 92 intel sempat berkolaborasi degan Sun, namun gagal dan Intel sempat dituntut oleh Sun karena dituduh menjiplak rancangan Sun. Sejak Pentium, Intel telah menerapkan kemampuan Pipelining yang biasanya cuman ada diprocessor RISC (RISC spt SunSparc). Vesa Local Bus yang 32bit adalah pengembangan dari arsitektur ISA 16bit menggunakan clock yang tetap karena memiliki clock generator sendiri (biasanya >33Mhz) sedangkan arsitektur PCI adalah arsitektur baru yang kecepatan clocknya mengikuti kecepatan clock Processor (biasanya kecepatannya separuh kecepatan processor).. jadi Card VGA PCI kecepatannya relatif tidak akan sama di frekuensi MHz processor yang berbeda alias makin cepat MHz processor, makin cepat PCI-nya
Tahun 1995, kemunculan Pentium Pro. Inovasi disatukannya cache memori ke dalam prosesor menuntut dibuatnya socket 8 . Pin-pin prosesor ini terbagi 2 grup: 1 grup untuk cache memori, dan 1 grup lagi untuk prosesornya sendiri, yang tak lebih dari pin-pin Pentium yang diubah susunannya . Desain prosesor ini memungkinkan keefisienan yang lebih tinggi saat menangani instruksi 32-bit, namun jika ada instruksi 16-bit muncul dalam siklus instruksi 32-bit, maka prosesor akan melakukan pengosongan cache sehingga proses eksekusi berjalan lambat. Cuma ada 1 instruksi yang ditambahkan: CMOV (Conditional MOVe) .
Tahun 1996, prosesor Pentium MMX. Sebenarnya tidak lebih dari sebuah Pentium dengan unit tambahan dan set instruksi tambahan, yaitu MMX. Intel sampai sekarang masih belum memberikan definisi yang jelas mengenai istilah MMX. Multi Media eXtension adalah istilah yang digunakan AMD . Ada suatu keterbatasan desain pada chip ini: karena modul MMX hanya ditambahkan begitu saja ke dalam rancangan Pentium tanpa rancang ulang, Intel terpaksa membuat unit MMX dan FPU melakukan sharing, dalam arti saat FPU aktif MMX non-aktif, dan sebaliknya. Sehingga Pentium MMX dalam mode MMX tidak kompatibel dengan Pentium.
Bagaimana dengan AMD K5? AMD K5-PR75 sebenarnya adalah sebuah ‘clone’ i80486DX dengan kecepatan internal 133MHz dan clock bus 33MHz . Spesifikasi Pentium yang didapat AMD saat merancang K5 versi-versi selanjutnya dan Cyrix saat merancang 6×86 hanyalah terbatas pada spesifikasi pin-pin Pentium. Mereka tidak diberi akses ke desain aslinya. Bahkan IBM tidak mampu membuat Intel bergeming (Cyrix, mempunyai kontrak terikat dengan IBM sampai tahun 2005)Mengenai rancangan AMD K6, tahukah anda bahwa K6 sebenarnya adalah rancangan milik NexGen ? Sewaktu Intel menyatakan membuat unit MMX, AMD mencari rancangan MMX dan menambahkannya ke K6. Sayangnya spesifikasi MMX yang didapat AMD sepertinya bukan yang digunakan Intel, sebab terbukti K6 memiliki banyak ketidakkompatibilitas instruksi MMX dengan Pentium MMX.

Tahun 1997, Intel meluncurkan Pentium II, Pentium Pro dengan teknologi MMX yang memiliki 2 inovasi: cache memori tidak menjadi 1 dengan inti prosesor seperti Pentium Pro , namun berada di luar inti namun berfungsi dengan kecepatan processor. Inovasi inilah yang menyebabkan hilangnya kekurangan Pentium Pro (masalah pengosongan cache) Inovasi kedua, yaitu SEC (Single Edge Cartidge), Kenapa? Karena kita dapat memasang prosesor Pentium Pro di slot SEC dengan bantuan adapter khusus. Tambahan : karena cache L2 onprocessor, maka kecepatan cache = kecepatan processor, sedangkan karena PII cachenya di”luar” (menggunakan processor module), maka kecepatannya setengah dari kecepatan processor. Disebutkan juga penggunaan Slot 1 pada PII karena beberapa alasan :
Pertama, memperlebar jalur data (kaki banyak – Juga jadi alasan Socket 8), pemrosesan pada PPro dan PII dapat paralel. Karena itu sebetulnya Slot 1 lebih punya kekuatan di Multithreading / Multiple Processor. ( sayangnya O/S belum banyak mendukung, benchmark PII dual processorpun oleh ZDBench lebih banyak dilakukan via Win95 ketimbang via NT)Kedua, memungkinkan upgrader Slot 1 tanpa memakan banyak space di Motherboard sebab bila tidak ZIF socket 9 , bisa seluas Form Factor(MB)nya sendiri konsep hemat space ini sejak 8088 juga sudah ada .Mengapa keluar juga spesifikasi SIMM di 286? beberapa diantaranya adalah efisiensi tempat dan penyederhanaan bentuk.

Ketiga, memungkinkan penggunaan cache module yang lebih efisien dan dengan speed tinggi seimbang dengan speed processor dan lagi-lagi tanpa banyak makan tempat, tidak seperti AMD / Cyrix yang “terpaksa” mendobel L1 cachenya untuk menyaingi speed PII (karena L2-nya lambat) sehingga kesimpulannya AMD K6 dan Cyrix 6×86 bukan cepat di processor melainkan cepat di hit cache! Sebab dengan spec Socket7 kecepatan L2 cache akan terbatas hanya secepat bus data / makin lambat bila bus datanya sedang sibuk, padahal PII direncanakan beroperasi pada 100MHz (bukan 66MHz lagi). Point inilah salah satu alasan kenapa intel mengganti chipset dari 430 ke 440 yang berarti juga harus mengganti Motherboard.

SUMBER : http://dedenthea.wordpress.com/2007/07/25/mengenal-lebih-dekat-dengan-motherboard/

Pengertian RAM pada komputer


(RANDOM ACCESS MEMORY )

Pengertian RAM
Kata “memory” digunakan untuk menggambarkan suatu sirkuit elektronik yang mampu untuk menampung data dan juga instruksi program. Memory dapat dibayangkan sebagai suatu ruang kerja bagi komputer dan memory juga menentukan terhadap ukuran dan jumlah program yang bisa juga jumlah data yang bisa diproses. Memory terkadang disebut sebagai primary storage, primary memory, main storage, main memory, internal storage. Ada beberapa macam tipe dari memory komputer, yaitu:

random access memory (RAM)
read only memory (ROM)
CMOS memory
virtual memory
Memori berfungsi menyimpan sistim aplikasi, sistem pengendalian, dan data yang sedang beroperasi atau diolah. Semakin besar kapasitas memori akan meningkatkan kemapuan komputer tersebut. Memori diukur dengan KB atau MB. Random Access Memory (RAM), merupakan bagian memory yang bisa digunakan oleh para pemakai untuk menyimpan program dan data. Kebanyakan dari RAM disebut sebagai barang yang volatile. Artinya adalah jika daya listrik dicabut dari komputer dan komputer tersebut mati, maka semua konten yang ada di dalam RAM akan segera hilang secara permanen.
Karena RAM bersifat temporer dan volatile, maka orang menciptakan suatu media penyimpanan lain yang sifatnya permanen. Ini biasanya disebut sebagai secondary storage. Secondary storage bersifat tahan lama dan juga tidak volatile, ini berarti semua data atau program yang tersimpan di dalamnya bisa tetap ada walaupun daya atau listrik dimatikan. Beberapa contoh dari secondary storage ini misalnya adalah magnetic tape, hardisk, magnetic disk dan juga optical disk.
Jenis-jenis RAM
Berdasarkan cara kerja:

Fast Page Mode DRAM (FPM DRAM)
Extended Data Output DRAM (EDO DRAM)
Synchronous DRAM (SDRAM)
Rambus DRAM (RDRAM)
Double Data Rate SDRAM (DDR SDRAM)
Untuk video :
Video RAM (VRAM)
Windows RAM (WRAM)
Synchronous Graphic RAM (SGRAM)
Dynamic RAM (DRAM)
Static RAM (SRAM)
Berdasarkan Module:
Single Inline Memory Module (SIMM)
Double Inline Memory Module (DIMM)
RIMM (Rambus)
Mempunyai kapasitas 30 atau 72 pin. Memori SIMM 30 pin untuk kegunaan PC zaman 80286 sehingga 80486 dan beroperasi pada 16 bit. Memory 72 pin banyak digunakan untuk PC berasaskan Pentium dan beroperasi pada 32 bit. Kecepatan dirujuk mengikuti istilah ns (nano second) seperti 80ns, 70ns, 60ns dan sebagainya. Semakin kecil nilainya maka kecepatan lebih tinggi. DRAM (dynamic RAM) dan EDO RAM (extended data-out RAM) menggunakan SIMM. DRAM menyimpan bit di dalam suatu sel penyimpanan (storage sell) sebagai suatu nilai elektrik (electrical charge) yang harus di-refesh beratus-ratus kali setiap saat untuk menetapkan (retain) data. EDO RAM sejenis DRAM lebih cepat, EDO memakan waktu dalam output data, dimana ia memakan waktu di antara CPU dan RAM. Memori jenis ini tidak lagi digunakan pada komputer akhir-akhir ini .
Berkapasitas 168 pin, kedua belah modul memori ini aktif, setiap permukaan adalah 84 pin. Ini berbeda daripada SIMM yang hanya berfungsi pada sebelah modul saja. Menyokong 64 bit penghantaran data. SDRAM (synchronous DRAM) menggunakan DIMM. Merupakan penganti dari DRAM, FPM (fast page memory) dan EDO. SDRAM pengatur (synchronizes) memori supaya sama dengan CPU clock untuk pemindahan data yang lebih cepat. dan terdapat dalam dua kecepatan iaitu 100MHz (PC100) dan 133MHz (PC133).
Dulu dikenali sebagai RDRAM. Adalah sejenis SDRAM yang dibuat oleh Rambus. DRDRAM digunakan untuk CPU dari Intel yang berkecepatan tinggi. Pemindahan data sama seperti DDR SDRAM tetapi mempunyai dua saluran data untuk meningkatkan kemampuan. Juga dikenali sebagai PC800 yang kerkelajuan 400MHz. Beroperasi dalam bentuk 16 bit bukan 64 bit. Pada saat ini terdapat DRDRAM berkecepatan 1066MHz yang dikenal dengan RIMM (Rambus inline memory module). DRDRAM model RIMM 4200 32-bit menghantar 4.2gb setiap saat pada kecepatan 1066MHZ.


Berdasarkan jumlah pin: 30 pin, 72 pin, 168 pin. Berdasarkan kecepatannya (nanosecond)
Terdapat beberapa jenis RAM yang beredar dipasaran hingga saat ini yaitu :
FPM DRAM (Fast Page Mode Random Access Memory)
EDO RAM ( Extended Data Out Random Access Memory)
BEDO RAM (Burst EDO RAM)
SD RAM (Synchronous Dynamic Random Access Memory)
RD RAM (Rambus Dynamic Random Access Memory)
DDR SDRAM (Double Data Rate Synchronous Dynamic RAM)
Adalah RAM yang paling pertama kali ditancapkan pada slot memori 30 pin mainboard komputer, dimana RAM ini dapat kita temui pada komputer type 286 dan 386. Memori jenis ini sudah tidak lagi diproduksi.
RAM jenis ini memiliki kemampuan yang lebih cepat dalam membaca dan mentransfer data dibandingkan dengan RAM biasa. Slot memori untuk EDO – RAM adalah 72 pin. Bentuk EDO-RAM lebih panjang daripada RAM yaitu bentuk Single Inline Memory Modul (SIMM). Memiliki kecepatan lebih dari 66 Mhz
RAM yang merupakan pengembangan dari EDO RAM yang memiliki kecepatan lebih dari 66 MHz.
RAM jenis ini memiliki kemampuan setingkat di atas EDO-RAM. Slot memori untuk SD RAM adalah 168 pin. Bentuk SD RAM adalah Dual Inline Memory Modul (DIMM). Memiliki kecepatan di atas 100 MHz.
RAM jenis ini memiliki kecepatan sangat tinggi, pertama kali digunakan untuk komputer dengan prosesor Pentium 4. Slot Memori untuk RD RAM adalah 184 pin. Bentuk RD RAM adalah Rate Inline Memory Modul (RIMM). Memiliki kecepatan hingga 800 MHz.
RAM jenis ini memiliki kecepatan sangat tinggi dengan menggandakan kecepatan SD RAM, dan merupakan RAM yang banyak beredar saat ini. RAM jenis ini mengkonsumsi sedikit power listrik. Slot Memori untuk DDR SDRAM adalah 184 pin, bentuknya adalah RIMM.





RAM terdiri dari sekumpulan chip. Chip-chip ini mampu untuk menampung:
data untuk diproses;
instruksi atau program, untuk memproses data;
data yang telah diproses dan menunggu untuk dikirim ke output device, secondary storage atau juga communication device;
instruksi sistem operasi yang mengontrol fungsi-fungsi dasar dari sistem komputer
Semua data dan program yang dimasukkan lewat alat input akan disimpan terlebih dahulu di main memory, khususnya di RAM yang merupakan memori yang dapat di akses, artinya dapat diisi dan diambil isinya oleh programmer.

Mengenali Komponen Komputer Anda (VGA)




Sekarang akan dibahas tentang VGA Card (Graphic Card), pembahasan mungkin tidak terlalu detail, hanya menjelaskan fungsi/kegunaan dan juga aksesoris dari VGA Card. VGA adalah singkatan dari Video Graphic Accelerator yang berfungsi sebagai alat untuk memvisualisasikan komputer anda pada layar monitor, sedangkan VGA Card (Graphic Card) merupakan sebuah kartu/perangkat Video tambahan.

Fungsi utama dari sebuah VGA adalah untuk menampilkan gambar dari komputer pada layar monitor Anda (monitor LCD, monitor CRT, proyektor, dll). Jadi perananan VGA sangat penting dalam komputer. Bayangkan jika Anda memakai komputer tapi tidak ada yang ditampilkan oleh komputer tersebut, tentu komputer tersebut tidak dapat Anda manfaatkan.

Antara VGA dan monitor dihubungkan oleh sebuah kabel yang memiliki port tersendiri yang biasanya berbentuk port VGA standar, dan ada juga yang berbentuk port DVI, tergantung dari jenis port yang ada di VGA Anda. Lihat Gambar port VGA!Kemampuan sebuah VGA biasanya ditentukan oleh besarnya memory yang dimiliki VGA tersebut, disamping faktor lainnya seperti lebar busnya, kecepatan clocknya, dan kemampuan mengolah warnanya.

VGA sendiri ada 2 versi, versi terintegrasi dan versi kartu tambahan:

1. VGA Integrated

Versi terintegrasi sudah ditanamkan pada mainboard-mainboard yang memang menawarkan VGA yang terintegrasi, tetapi tidak semua mainboard ada VGA integrasinya, biasanya untuk mainboard value (mainboard dengan harga terjangkau). VGA terintegrasi ini ini terdapat diantara port-port dibagian belakang mainboard.Bagian yang diberi tanda merah adalah VGA terintegrasi. Kemampuan dari VGA bawaan ini tentunya standar-standar saja, bisa untuk bermain game yang standar pula. Ini dikarenakan memang VGA ini diperuntukan bagi kalangan yang tidak terlalu mementingkan performa dari sebuah VGA. Macam-macam VGA terintegrasi ini seperti Intel GMA 950, Intel X3100, dll. Pilihan VGA ini sangat cocok bagi penggunaan rumahan dan keperluan office. Saat ini jumlah memory maksimal pada sebuah VGA terintegrasi adalah 1GB, untuk standarnya ya sekitar 128MB dan 256MB. Jumlah memory VGA ini tergantung dari jumlah memory utama yang dipakai, karena VGA ini mengurangi jumlah memory utama. Jumlah memory VGA dapat ditentukan sesuai yang diinginkan.


2. Graphic Card (VGA Card)
Merupakan kartu grafis tambahan yang dapat dibeli untuk mendapatkan performa/kemampuan yang lebih baik dari VGA integrated. Fungsinya sama saja dengan VGA terintegrasi, yang membedakan adalah kemampuannya. Dalam industri graphic card dikuasai oleh 2 perusahaan besar yaitu N-VIDIA dan ATI. Keduanya mengusung teknologinya masing-masing untuk graphic card yang mereka keluarkan, dan kemampuannya pun tidak berbeda jauh (saling menyaingi). Biasanya orang membeli kartu grafis tambahan untuk keperluan gaming atau grafis dan multimedia. Game-game berat yang ada saat ini membutuhkan sebuah kartu grafis yang memiliki kemampuan extra, seperti jumlah memory yang cukup besar. Semakin baik sebuah kartu grafis, tentunya harganya juga akan semakin mahal. Pembagian kelas untuk kartu grafis ada 3, yaitu kartu grafis untuk kalangan Low-End dengan kisaran harga antara 300ribu-1 jutaan, kartu grafis Mid-End dengan kisaran harga antara 1 juta - 2 jutaan, sedangkan untuk kartu grafis High-End dengan harga 2,5juta keatas. Sebelum Anda membeli sebuah kartu grafis, lihat dulu port yang ada pada mainboard Anda, apakah port yang ada adalah port AGP atau PCI-Express. Port AGP untuk kartu grafis yang digunakan pada komputer jaman dahulu dan port PCI-Express untuk komputer saat ini.

Selain itu, pada sebuah mainboard yang memiliki kemampuan lebih, mendukung teknologi crossfire, yaitu teknologi untuk menggabungkan 2 buah kartu grafis atau lebih menjadi satu, tentunya untuk mendapatkan kemampuan yang lebih baik lagi. SEPERTI YANG ADA PADA GAMBAR DI ATAS


Jadi sebelum Anda memutuskan untuk memakai jenis VGA yang Anda inginkan, tentukan dulu untuk keperluan apa komputer yang akan Anda beli, apakah untuk keperluan gaming atau hanya sekedar untuk pemakaian rumahan.


Blogspot Templates by Isnaini Dot Com. Powered by Blogger and Supported by ArchitecturesDesign.Com Beautiful Architecture Homes